Tuesday, 5 May 2026

Gubernur Andra Sony Apresiasi Pelaksanaan PM-AAS 100 Ha di Provinsi Banten

SERANG - Gubernur Banten, Andra Soni, S.M, M.AP menyampikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian khususnya Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian atas pelaksanaan Program PM-AAS 100 Ha di Provinsi Banten. Hal tersebut terungkap saat penanaman perdana PM-AAS yang berlangsung di Kelurahan Margaluyu Kec. Kasemen Kota Serang. 

Hadir dalam acara Gubernur Banten, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Badan Husnain, AP, MP, M.Sc, Ph.D,  Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, S.Sos., Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten  Dr. Nasir, SP., M.B.A., MP, Kepala DKP3 Kota Serang, Sony  August, SE., MM, perwakilan Polda Banten, Danrem 064/MY, Pupuk Indonesia Holding Company, dan sejumlah instansi terkait lainnya, serta penyuluh dan petani.

Gubernur Banten mengharapkan program ini memperkuat Banten sebagai penyangga pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.  Menurutnya, adanya modernisasi dapat  meningkatkan efisiensi biaya produksi dan kesejahteraan petani.  Saat ini, Banten tercatat sebagai urutan ke-8 produsen padi nasional.  

Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Dr. Husnain 
menyampaikan bahwa program ini akan diperluas dalam skala nasional manakala berhasil pelaksanaannya.  "Saat ini ada 15 BRMP yang melaksanakan program PM-AAS di seluruh Indonesia, jika berhasil, program ini akan dijadikan model nasional oleh Kementerian Pertanian" jelas Dr. Husnain.  Selanjutnya Dr. Husnain menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak dan harapan agar program ini berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai target. 

Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten, Andry Polos, S Kom, M.Si dalam acara tersebut melaporkan tentang langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mewujudkan pelaksanaan PM-AAS di Provinsi Banten.  Melalui koordinasi semua pihak, baik petani dan penyuluh lapangan serta diperkuat oleh dukungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Serang, telah diterbitkan SK Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL)  PM-AAS yang melibatkan 90 petani pada 100 ha lahan di Kec. Kasemen yang tergabung ke dalam 4 kelompok tani, yaitu Poktan Sri Bunga Ambon 1, Poktan Sri Bunga Ambon Jaya, dan Poktan Sri Mekar yang berada di Kelurahan Margaluyu, dan Poktan Masyarakat Guyub 1 yang berlokasi di Kelurahan Kilasah. 

Lebih lanjut, Andry Polos menjelaskan bahwa PM-AAS mengusung enam prinsip utama, yaitu: 1) Tanam rapat dalam baris, dilakukan secara teratur yang bertujuan untuk efisiensi penggunaan lahan dan memaksimalkan  produksi per ha,  2) Efisiensi sumber daya, melalui pemanfaatan teknologi digital seperti pengaturan air irigasi untuk mengoptimalkan distribusi, 3) Mekanisasi pertanian, melalui penggunaan mesin-mesin modern seperti traktor, rotavator, land leveler, drone, drum seeder, dan combine harvester, 4) Implementasi berbasis korporasi skala luas yang dikelola secara professional, melalui manajemen terintergrasi dari hulu ke hilir,  5) Intensifikasi produksi, melalui sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak yang rapat, pengelolaan terpadu dan intensif terhadap unsur hara, pengairan, gulma, dan hama & penyakit tanaman, dan 6) Pendekatan spesifik lokasi, yaitu implementasinya  disesuaikan dengan karakteristik lokasi, khususnya pada lahan datar dan luas dengan pengaturan air yang mudah.  Target produksi PM-AAS adalah 10 ton/ha.

Acara tanam perdana diawali dengan Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan alat Tabela/drum seeder yang ditarik oleh Traktor Roda Dua (TR2).  Secara simbolis Gubernur, Sekretaris Badan, Wakil Walikota Serang, dan Plt. Kepala BRMP Banten memasukkan benih padi ke dalam drum seeder.  Model penanaman ini menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu dilakukan persemaian dan pindah tanam. 

Dalam acara ini, juga dilakukan sejumlah penyerahan bantuan, yaitu benih sebanyak 10 ton dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, dan penambahan kuota pupuk subsidi NPK dan Urea, dan pemberian 2 ton gratis Petroganik saat petani menebus 1 ton, hasil kerjasama Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).  Selain itu, PIHC memberikan bantuan khusus berupa pupuk NPK, Urea, dan Petroganik masing-masing 1 ton.

BRMP Banten memberikan fasilitasi Pupuk Organik 1 ton dan fasilitasi penggunaan drone.  Selain itu, fasilitasi Drum Seeder dari BRMP Banten dan BRMP Mektan. Pihak swasta juga turut memberikan dukungan terutama penyediaan herbisida pra tumbuh dari PT Buyer seluas 2 ha, Nufarm untuk kebutuhan 3 ha, dan FMC Indonesia untuk luasan 2 ha, serta Pupuk Organik Bio Ark dari PT. Bio ARK Indonesia Nusantara. 

Program ini diharapkan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak terkait sehingga target yang diharapkan sebesar 10 ton/ha dapat tercapai.(Las)

Friday, 1 May 2026

Kementerian PU Pasang Jembatan Bailey 90 Meter di Brebes, Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Tahap II

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemasangan Jembatan Bailey sepanjang 90 meter di Desa Walahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, guna mendukung akses pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Brebes. 

Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri PU Dody Hanggodo untuk mempercepat dukungan infrastruktur bagi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Brebes. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa konektivitas jalan dan jembatan merupakan infrastruktur dasar yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas masyarakat serta mendukung kelancaran pembangunan layanan dasar, termasuk pendidikan. 

“Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk kolaborasi antar unit organisasi, diantaranya untuk mengatasi keterbatasan akses dalam mobilisasi material pembangunan. Segala daya dan upaya akan kita lakukan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat untuk adik-adik kita, dapat selesai dengan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya,” ujar Menteri Dody.

Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Brebes merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan ditargetkan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru 2026. Untuk mendukung target tersebut, pekerjaan pemasangan Jembatan Bailey telah dimulai sejak 27 April 2026.

Hingga saat ini, progres menunjukkan pengecoran abutmen 2 telah mencapai 100 persen, sementara abutmen 1 mencapai 75 persen dan ditargetkan segera rampung. Selain itu, proses perakitan alat pancang juga tengah berlangsung.

Secara teknis, Jembatan Bailey yang dipasang memiliki panjang 90 meter, lebar 4 meter, dan kapasitas beban hingga 25 ton. Infrastruktur ini bersifat sementara, namun dirancang untuk mendukung mobilitas kendaraan serta distribusi material selama proses pembangunan berlangsung.

Untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan, sejumlah peralatan dan material telah disiapkan, antara lain 2 unit excavator, 1 unit tandem roller, 2 set alat pancang, 26 batang pipa pancang baja, serta komponen Jembatan Bailey lengkap beserta tenaga kerja pemasangannya.

Dengan percepatan pemasangan Jembatan Bailey ini, Kementerian PU berharap akses menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan lancar sehingga proses konstruksi dapat diselesaikan sesuai target.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur prioritas melalui sinergi antarunit kerja dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat. 

Biro Komunikasi Publik
Kementerian PU

Facebook: kemenpu 
Instagram: kementerianpu 
X: kemenpu 
TikTok: kemenpu 
Youtube: kemen_pu

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat.(Lasman)